textilewiki.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berencana meluncurkan produk kredit buy now pay later (BNPL) atau paylater pada kuartal I tahun depan. Rencana ini merupakan bagian dari usaha bank untuk mengembangkan bisnis di segmen ritel, meskipun sebelumnya peluncuran ditargetkan pada tahun ini. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan, dalam sebuah acara di Jakarta.
Rully menjelaskan bahwa keterbatasan waktu menjelang tutup buku menjadi alasan penundaan peluncuran produk paylater tersebut. “Kita mau buat produk itu semuanya harus smooth. Memang berharapnya tahun ini kita bisa, tapi melihat keterbatasan waktu, sepertinya baru awal tahun,” ujarnya.
Selain produk paylater, BTN juga merencanakan peluncuran kartu kredit dan kredit kendaraan bermotor paling lambat pada kuartal II 2026. Mengenai mundurnya rencana peluncuran, Rully menegaskan bahwa pihaknya tidak menganggapnya sebagai masalah terkait permintaan. BTN optimis bahwa daya beli masyarakat akan membaik pada tahun depan seiring dengan berbagai program pemerintah dan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang positif.
Rully menambahkan bahwa BTN memiliki basis nasabah yang memadai untuk meningkatkan permintaan terhadap produk kredit baru tersebut. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa kredit BNPL perbankan mengalami pertumbuhan signifikan, dengan porsi tercatat sebesar 0,30 persen dari total kredit perbankan per September 2025. Hingga akhir Oktober 2025, BTN berhasil menyalurkan kredit dengan total nilai mencapai Rp385,59 triliun, mencatat pertumbuhan 8,02 persen dibanding tahun sebelumnya. Pendanaan dari dana pihak ketiga juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, meningkat menjadi Rp423,08 triliun per akhir Oktober 2025.