Site icon textilewiki.com

Direktur Kemenkeu Ajak Peningkatan Kualitas dan Dampak APBD

[original_title]

textilewiki.com – Direktorat Pembiayaan dan Perekonomian Daerah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendorong daerah untuk memaksimalkan penggunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Adriyanto, selaku Direktur Pembiayaan, menyampaikan pentingnya menyusun kebijakan anggaran yang responsif di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tantangan lainnya, saat memberi keterangan di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa.

APBD, menurut Adriyanto, seharusnya berfungsi lebih dari sekadar dokumen administratif, melainkan sebagai instrumen pembangunan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa setiap anggaran yang digunakan harus mampu memberikan manfaat nyata, terutama dalam konteks situasi ekonomi saat ini.

Adriyanto juga menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi di tahun 2026. Harmonisasi kebijakan ini perlu melalui penyelarasan dokumen perencanaan serta Kesepakatan Umum Anggaran-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dengan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).

Lebih lanjut, Adriyanto mengingatkan bahwa adanya deviasi antara perencanaan dan realisasi APBD dapat menurunkan efektivitas distribusi fiskal di daerah. Dalam konteks Sulawesi Selatan, penguatan pendapatan asli daerah (PAD) diharapkan dapat meningkatkan kemandirian fiskal, mengingat saat ini PAD masih didominasi oleh dana transfer ke daerah (TKD).

Optimalisasi PAD akan memberikan ruang fiskal lebih luas bagi pemerintah daerah untuk mengalokasikan belanja produktif dalam sektor-sektor penting seperti pendidikan dan kesehatan. Ia juga menyoroti perlunya percepatan realisasi belanja modal untuk meningkatkan daya ungkit APBD terhadap perekonomian daerah, agar serapan anggaran tidak terakumulasi di akhir tahun.

Exit mobile version