textilewiki.com – PT Edena Capital Nusantara, anak perusahaan EDENA Group, akan meluncurkan platform Security Token Offering (STO) pada kuartal IV-2025. Peluncuran ini bertujuan untuk mendukung perdagangan kredit karbon di Indonesia. CEO EDENA Group, Wook Lee, mengungkapkan bahwa platform tersebut akan memfasilitasi tokenisasi dan perdagangan kredit karbon premium yang terverifikasi.
Menurut Wook Lee, misi mereka adalah untuk membuka akses aset premium seperti kredit karbon kepada investor ritel dengan minimal investasi sebesar 10 dolar AS (sekitar Rp 164.360). Dengan menggunakan teknologi STO, proyek ini memanfaatkan blockchain untuk mengubah aset nyata menjadi token digital, memungkinkan investasi dalam skala kecil pada aset yang umumnya memerlukan modal besar.
Eden Capital juga menyediakan layanan konsultasi untuk memastikan valuasi kredit karbon Indonesia di pasar global. Beberapa proyek kredit karbon, terutama di sektor perkebunan kelapa sawit, sedang dalam peninjauan. Pihaknya berkomitmen untuk mematuhi regulasi pemerintah Indonesia dan menciptakan lingkungan perdagangan yang aman.
Selain pengembangan STO Platform, Edena Group berupaya memperluas ekosistem STO dengan menjalin kemitraan dengan Indodax, perusahaan fintech asal Indonesia. Pada 5 September, mereka mengumumkan pencatatan Token EDENA di Indodax, menargetkan lebih dari 2,7 juta investor di seluruh Indonesia.
Sejak berdiri tiga tahun lalu, EDENA Group telah menunjukkan pertumbuhan valuasi yang signifikan di Asia Tenggara, dengan hak bisnis di 70 negara dan portofolio proyek senilai 250 juta dolar AS (sekitar Rp 4,11 triliun).