textilewiki.com – Nilai tukar rupiah tercatat stabil pada pertengahan Desember 2025, menurut Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Pada 16 Desember, rupiah berada di level Rp16.685 per dolar AS, yang menunjukkan kestabilan jika dibandingkan dengan akhir bulan sebelumnya.
Perry menjelaskan bahwa pada akhir November 2025, rupiah sempat dibuka pada Rp16.706 per dolar AS, dan mengalami penguatan untuk mencapai level terendah di Rp16.634 per dolar AS pada 27 November. Meski kemudian mengalami pelemahan, perkembangan nilai tukar rupiah masih sejalan dengan fluktuasi mata uang regional dan mitra dagang Indonesia. Rupiah bahkan tercatat menguat dibandingkan mata uang negara maju lainnya, kecuali ternama AS.
Stabilitas nilai tukar rupiah ini dipicu oleh kebijakan Bank Indonesia yang melakukan intervensi di pasar melalui Non-Deliverable Forward (NDF), baik di luar negeri maupun domestik (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Selain itu, faktor tambahan pasokan valuta asing dari korporasi dan peningkatan konversi valuta asing ke rupiah oleh eksportir juga berkontribusi, akibat penerapan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).
Perry memperkirakan nilai tukar rupiah akan tetap stabil dengan dukungan imbal hasil yang menarik, inflasi rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang baik. Dalam Rapat Dewan Gubernur pada 16-17 Desember, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di angka 4,75 persen demi menjaga stabilitas tersebut. Keputusan ini diambil di tengah tingginya ketidakpastian global dan sebagai bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional.