textilewiki.com – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, menyatakan bahwa realisasi kredit usaha rakyat (KUR) di provinsi tersebut, yang mencapai Rp11 triliun, masih memiliki potensi untuk ditingkatkan. Dalam pernyataan yang disampaikan di Medan pada Rabu, ia menjelaskan bahwa masih ada daerah yang belum melakukan pendataan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bobby mengungkapkan bahwa Sumut menempati posisi kelima dalam hal penyaluran KUR secara nasional, di bawah Sulawesi Selatan. Dengan jumlah penduduk dan pelaku UMKM yang cukup banyak, Potensi ekonomi Sumut seharusnya dapat lebih berkembang. Data dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah menunjukkan bahwa total penyaluran KUR di Sumut adalah Rp11,74 triliun, dengan 198.383 debitur.
Ia juga menambahkan bahwa penyesuaian dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat di tahun depan memberikan tantangan bagi pemerintah daerah untuk berinovasi dalam mendorong ekonomi. Salah satu langkah strategis adalah memaksimalkan sektor investasi melalui KUR dan kredit program perumahan (KPP).
Bobby memprediksi pengeluaran pemerintah daerah akan berkurang sekitar Rp9 triliun, sementara target pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut dipatok antara 6,8 persen hingga 7,2 persen. Ia menegaskan pentingnya pemanfaatan KUR agar target pencapaian dapat maksimal. Dalam sebuah acara akad massal KUR, di mana sekitar 1.000 debitur terlibat, diharapkan jumlah debitur akan terus meningkat setiap tahun.
Lebih jauh, Bobby menginformasikan bahwa KUR kini lebih mudah diakses, termasuk bagi tenaga migran Indonesia, sementara KPP ditujukan bagi kontraktor dan penyedia bahan bangunan. Ia mengajak masyarakat untuk lebih memanfaatkan KUR guna menghindari praktik pinjaman ilegal serta untuk mendukung program perumahan pemerintah.