textilewiki.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada Rabu sore, dengan angka penutupan di 8.043,82, turun 17,24 poin atau 0,21 persen. Penurunan ini terjadi di tengah stabilitas data ekonomi domestik pada bulan September 2025.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan bahwa terjaganya inflasi memberikan peluang bagi Bank Indonesia (BI) untuk memangkas suku bunga. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong investasi, yang selanjutnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada September mencapai 0,21 persen secara bulanan dan 2,65 persen secara tahunan, masih dalam target BI.
Data neraca perdagangan Indonesia menunjukkan surplus sebesar 5,49 miliar dolar AS pada Agustus 2025, dengan total ekspor mencapai 24,96 miliar dolar AS dan impor 19,43 miliar dolar AS. Meskipun Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur di Indonesia pada September berada di angka 50,4, yang menunjukkan ekspansi, namun ada penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 51,5.
Kekhawatiran global terkait potensi penutupan pemerintah Amerika Serikat setelah kebuntuan di Kongres berdampak pada sentimen pasar. Hal ini diperparah dengan penurunan indeks kepercayaan konsumen AS ke level terendah dalam lima bulan terakhir, yang meningkatkan spekulasi mengenai penurunan suku bunga oleh The Fed.
IHSG yang awalnya dibuka menguat kemudian terus melanjutkan penurunan hingga penutupan perdagangan. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.840.277 transaksi, dengan 289 saham mengalami kenaikan dan 378 saham menurun. Sementara itu, bursa regional Asia menunjukkan performa yang beragam, di mana indeks Nikkei mengalami penurunan, sedangkan indeks Hang Seng dan Shanghai mengalami penguatan.