textilewiki.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren positif pada Jumat sore, ditutup menguat 101,19 poin atau 1,17 persen, mencapai level 8.748,13. Penguatan ini mencerminkan optimisme pelaku pasar di awal tahun 2026, meskipun ada penurunan dalam indeks manufaktur.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa meskipun terjadi perlambatan, posisi indeks manufaktur masih berada dalam zona ekspansi, yang menandakan pertumbuhan aktivitas manufaktur yang stabil. Laporan dari S&P Global menunjukkan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Desember 2025 berada di level 51,2, menurun dari 53,3 di bulan sebelumnya.
Di Jakarta, seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026 berlangsung dengan penuh harapan, dihadiri oleh berbagai pejabat dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menyatakan keyakinannya bahwa sentimen positif saat ini dapat mendorong IHSG mencapai level 10.000 tahun ini. Menjelang rilis data inflasi dan neraca perdagangan untuk bulan Desember 2025, pelaku pasar menunjukkan minat yang tinggi.
Pergerakan di pasar saham global juga diperhatikan, dengan risalah dari bank sentral AS, The Fed, menunjukkan adanya perbedaan pandangan terkait pemangkasan suku bunga. Walaupun The Fed mempertahankan bias pelonggaran, ada kemungkinan pemotongan suku bunga jika inflasi berkurang.
Dalam perdagangan hari ini, frekuensi transaksi mencapai 3.127.022 kali dengan total saham diperdagangkan sebanyak 51,14 miliar lembar senilai Rp22,26 triliun. Sektor transportasi dan logistik memimpin penguatan, sedangkan sektor keuangan mengalami penurunan. IHSG tetap berada di zona positif hingga penutupan perdagangan, menandakan minat yang kuat dari investor.