textilewiki.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan tetap bergerak stabil hari ini, Selasa. Hal ini sejalan dengan ekspektasi bahwa Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di level 4,75 persen. Dalam pembukaan, IHSG tercatat naik 10,52 poin atau 0,12 persen ke posisi 8.427,40, sementara Indeks LQ45 juga mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa pelemahan nilai Rupiah terhadap dolar AS berpeluang mempengaruhi keputusan BI. Rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan indeks dolar AS, yang dipicu oleh komentar hawkish dari pejabat The Fed. Komentar tersebut melemahkan harapan pasar akan adanya penurunan di suku bunga Federal Funds Rate (FFR) pada bulan Desember nanti, dengan estimasi peluang penurunan menjadi sekitar 40 persen.
Menyikapi situasi ini, BI diharapkan akan mengumumkan keputusan untuk mempertahankan BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 November. Sementara itu, pemerintah juga baru saja menambah dana untuk bank-bank besar seperti Bank Mandiri dan BRI, total mencapai Rp26 trilun.
Dari segi eksternal, pelaku pasar mencatat ketegangan antara China dan Jepang. Kementerian Pendidikan China memperingatkan warga negaranya mengenai risiko keselamatan di Jepang, yang dapat menambah dampak terhadap pasar.
Di sisi lain, bursa saham Eropa dan AS juga menunjukkan penurunan signifikan. Indeks Eropa seperti Euro Stoxx 50 dan indeks DAX Jerman masing-masing melemah 0,85 persen dan 1,20 persen, sementara di Wall Street, indeks Dow Jones jatuh 1,18 persen. Pergerakan pasar saham di Asia pagi ini juga terpantau negatif, dengan indeks Nikkei dan Hang Seng tumbang.