textilewiki.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penutupan yang melemah pada Kamis sore, terikut tren negatif bursa di kawasan Asia. IHSG merosot sebanyak 16,75 poin atau 0,21 persen ke level 8.008,43. Dalam hal ini, indeks LQ45 yang mencerminkan 45 saham unggulan juga turun sebesar 5,92 poin atau 0,73 persen menjadi 809,30.
Pelemahan IHSG disebabkan oleh penyesuaian defisit dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 yang meningkat dari Rp638,8 triliun (2,48 persen PDB) menjadi Rp689,1 triliun (2,68 persen PDB). Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan bahwa kondisi ini berpengaruh terhadap sentimen pasar.
Meski Federal Reserve AS telah memangkas suku bunga, Bank Sentral China (PBoC) menunjukkan sikap hati-hati dengan mempertahankan suku bunga reverse repo tujuh hari di angka 1,4 persen. Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) juga memulai pertemuan kebijakan di mana diperkirakan suku bunga tetap tidak berubah.
IHSG sempat dibuka menguat dan bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama, namun masuk ke zona merah pada sesi kedua. Sektor teknologi mencatatkan penguatan tertinggi, naik 4,67 persen, diikuti oleh sektor transportasi dan logistik serta sektor kesehatan masing-masing meningkat 2,46 persen dan 0,86 persen. Sebaliknya, sektor barang baku mengalami penurunan 0,14 persen.
Sejumlah saham yang mencatatkan penguatan signifikan antara lain GTRA, BUVA, dan FISH, sedangkan saham terlemah mencakup OKAS dan AKPI. Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.437.009 kali dengan volume perdagangan mencapai 44,54 miliar lembar saham senilai Rp21,93 triliun. Menjelang akhir perdagangan, 261 saham naik, 410 saham turun, dan 131 saham tidak bergerak.