textilewiki.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan pada penutupan perdagangan di Jumat sore. IHSG naik 57,53 poin atau 0,69 persen, mencapai posisi 8.394,59. Selain itu, indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, juga meningkat sebesar 5,85 poin atau 0,69 persen, menjadi 853,50.
Kenaikan ini didorong oleh peningkatan likuiditas di pasar domestik dan data terkait cadangan devisa yang lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya. Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa cadangan devisa Indonesia naik menjadi 149,9 miliar dolar AS di bulan Oktober 2025, dari 148,7 miliar dolar AS, berkat penerbitan obligasi pemerintah serta penerimaan pajak. Jumlah ini cukup untuk mendanai impor selama 6,2 bulan, jauh dari standar internasional yang hanya membutuhkan tiga bulan.
Sementara itu, indeks harga properti hunian juga mencatatkan kenaikan 0,84 persen secara tahunan pada kuartal III-2025, walaupun ada penurunan dibandingkan kuartal II-2025 yang mencapai 0,9 persen. IHSG terbukti bertahan di zona positif sepanjang sesi perdagangan, didorong oleh penguatan di tujuh sektor, terutama sektor infrastruktur yang meningkat 2,20 persen.
Dalam transaksi, tercatat 2.013.174 kali, dengan total saham yang diperdagangkan mencapai 26,36 miliar lembar senilai Rp15,67 triliun. Sebanyak 288 saham mengalami kenaikan, sementara 319 saham menurun, dan 202 saham stagnan. Di bursa Asia lainnya, terlihat pergerakan indeks yang bervariasi, di mana indeks Nikkei mengalami penurunan yang signifikan.
Secara keseluruhan, kondisi pasar menunjukkan optimisme dengan perbaikan di berbagai sektor menjelang akhir pekan.