textilewiki.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat, seiring dengan meningkatnya harapan akan penurunan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed) pada pekan depan. IHSG ditutup naik 28,41 poin atau 0,33 persen, mencapai level 8.640,20, sementara indeks LQ45 juga mengalami kenaikan sebesar 4,56 poin atau 0,54 persen, berada di posisi 853,74.
Analisis dari Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menunjukkan bahwa pergerakan bursa regional Asia berlangsung beragam. Hal ini dipicu oleh data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan penurunan, beralih dari penambahan 47.000 pekerjaan menjadi pengurangan sebesar 32.000. Hal ini semakin memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan melakukan penyesuaian suku bunga pada pertemuan mereka 9-10 Desember mendatang.
Sementara itu, pelaku pasar juga menantikan hasil Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan dan pertemuan Politbiro China yang dijadwalkan pada Desember. Proyeksi para ekonom menunjukkan bahwa China mungkin akan mempertahankan target pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen untuk tahun 2026, dengan kebijakan stimulus yang sejalan dengan langkah pada tahun sebelumnya.
Di dalam negeri, laporan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5 persen tahun 2025-2026, meski tumbuh sedikit lebih tinggi 5,1 persen pada 2027. Pertumbuhan ini didukung oleh konsumsi domestik yang kuat dan kinerja ekspor yang solid.
Dari sisi sektor, delapan sektor mencatatkan penguatan, dengan sektor industri memimpin kenaikan terbesar sebesar 4,55 persen. Sementara itu, frekuensi perdagangan mencapai 2.790.429 transaksi, dengan total saham diperdagangkan sebanyak 51,31 miliar lembar senilai Rp21,18 triliun. Indeks bursa saham regional Asia menunjukkan pergerakan positif, memberikan sentimen yang baik bagi investor.