textilewiki.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada Rabu sore, mengikuti tren positif di bursa saham Asia dan global. IHSG mengalami kenaikan sebesar 101,21 poin atau 1,30 persen, mencapai level 7.892,91. Indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, juga menunjukkan penguatan sebesar 6,59 poin atau 0,80 persen, menjadi 829,85.
Kenaikan ini didorong oleh data ekonomi terkini yang menunjukkan ketahanan ekonomi di negara-negara maju dan perlunya kebijakan moneter yang akomodatif dari bank sentral. Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia mencatat bahwa inflasi di Amerika Serikat berdasarkan Consumer Price Index (CPI) mengalami kenaikan yang lebih rendah dari perkiraan, membuka peluang bagi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga pada bulan depan.
Inflasi bulanan di AS tercatat sebesar 0,2 persen, sementara inflasi tahunan berada di angka 2,7 persen, yang lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya. Selain itu, pasar kontrak berjangka memprediksi kemungkinan 94 persen bagi The Fed untuk memangkas suku bunga pada September 2025.
Di Asia, inflasi tingkat produsen Jepang menunjukkan pelambatan, dengan Producer Price Index (PPI) naik 2,6 persen pada Juli, mencerminkan pandangan Bank of Japan bahwa tekanan harga akan mereda. IHSG tetap berada di zona hijau sepanjang sesi perdagangan, dengan sembilan sektor menguat. Sektor teknologi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,99 persen.
Frekuensi transaksi tercatat mencapai 2.195.957 kali dengan 36,83 miliar lembar saham yang diperdagangkan, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp21,583 triliun. Bursa saham regional Asia juga menunjukkan penguatan, dengan indeks Nikkei dan Hang Seng masing-masing naik signifikan.