textilewiki.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada Kamis pagi, di tengah ketidakpastian pasar sebelum pidato Ketua The Fed, Jerome Powell. IHSG dibuka melemah 39,99 poin atau 0,50 persen, mencapai 7.903,83. Di sisi lain, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan justru mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,91 poin atau 0,11 persen, berada di posisi 827,86.
Analis dari Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji level 7.970 hingga 8.000. Sentimen pasar saat ini didominasi oleh sikap “wait and see” terhadap pidato Jerome Powell yang dijadwalkan pada simposium Jackson Hole, Jumat (22/08), yang diperkirakan akan memberikan arahan mengenai kebijakan moneter The Fed untuk pertemuan September 2025.
Risalah rapat The Fed pada Juli 2025 menunjukkan adanya kecemasan di kalangan pejabat mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan inflasi di Amerika Serikat. Meskipun mereka sepakat untuk tidak menurunkan suku bunga saat itu, dua gubernur The Fed yang memiliki hak suara menyatakan ketidaksetujuan untuk pertama kalinya sejak 1993.
Dari sisi ekonomi domestik, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Agustus 2025 memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen, level terendah sejak Oktober 2022. Pertumbuhan kredit pada Juli 2025 tercatat 7,03 persen, melambat dari bulan sebelumnya, menunjukkan adanya penurunan daya beli masyarakat.
Di pasar regional, bursa saham Asia menunjukkan variasi pergerakan, dengan indeks Nikkei melemah 233,52 poin atau 0,56 persen, sementara indeks Shanghai dan Hang Seng justru menguat. Sementara itu, bursa saham Eropa dan AS mayoritas ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya, menambah indikator ketidakpastian di pasar global.