textilewiki.com – Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) menegaskan komitmennya dalam mendukung kesetaraan difabel di sektor ekonomi nasional. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Ipemi, Ingrid Kansil, saat menghadiri acara Crafting Limbah Goni yang melibatkan para penyandang disabilitas di Solo, pada Kamis (2/10).
Ingrid mengungkapkan bahwa setiap individu berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam pembangunan ekonomi. Dalam acara tersebut yang dibuka oleh Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, Ingrid menyampaikan pentingnya menciptakan peluang usaha yang inklusif. “Membantu mereka untuk lebih berkarya dan berkontribusi dalam perekonomian nasional,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari program pemberdayaan difabel yang digagas oleh Ipemi. Ingrid juga menekankan pentingnya lingkungan kerja yang ramah dan aksesibel bagi penyandang disabilitas, serta perlunya pelatihan untuk mendukung pengembangan usaha mereka.
Dalam konteks hukum, ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menjamin hak pendidikan dan pekerjaan bagi individu difabel tanpa diskriminasi. Ingrid menegaskan pentingnya memberikan kesempatan kepada semua individu untuk berkontribusi bisnis, yang pada gilirannya mampu meningkatkan kesadaran sosial tentang potensi yang dimiliki penyandang disabilitas.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian lokal, Ingrid meresmikan Galeri Ipemi Solo sebagai wadah untuk mempromosikan produk-produk UMKM lokal. Galeri ini diharapkan dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi kreatif di Solo dan mendukung konsumsi domestik. “GIS bukan sekadar ruang pamer, tapi juga simbol kualitas dan inovasi pengusaha Muslimah,” tambahnya.