textilewiki.com – Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market 2025 menjadi sorotan utama setelah Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyatakan bahwa acara ini dapat membuka peluang bagi kekayaan intelektual (IP) kreatif Indonesia untuk dikomersialisasikan secara global. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk bersaing dengan industri film internasional seperti Hollywood dan negara-negara Asia lainnya.
Teuku Riefky Harsya mengunjungi lokasi acara di Jogja Expo Center, Bantul, Yogyakarta, pada Sabtu lalu. Dia menyatakan bahwa JAFF Market berperan penting dalam memperkuat ekosistem film nasional karena menyatukan pemilik IP kreatif dengan berbagai pihak, termasuk rumah produksi, produser, dan investor. Platform ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi komersialisasi karya-karya kreatif, mulai dari animasi hingga novel dan gim video, yang berpotensi untuk diadaptasi menjadi film atau serial.
Meskipun perkembangan industri kreatif nasional menunjukkan pertumbuhan positif, Riefky mengakui adanya sejumlah tantangan, terutama dalam akses pendanaan dan insentif, serta keterbatasan akses ke layar lebar. Dia menekankan komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif untuk terus mendukung ekosistem industri kreatif melalui kolaborasi dengan komunitas dan mencari solusi atas masalah yang ada.
Acara JAFF Market tahun ini diikuti oleh sekitar 60 IP yang mendaftar, dengan hanya 10 yang terpilih untuk program kurasi. Total peserta pameran mencapai 118 stan dari berbagai pelaku industri kreatif. Robby Wahyudi, Ketua JAFF Content Market, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk menghubungkan para kreator dengan rumah produksi untuk mempromosikan karya mereka agar bisa diadaptasi menjadi film atau animasi.
Dengan semangat dan dukungan yang terus mengalir, diharapkan industri film Indonesia dapat semakin kompetitif di kancah global.