textilewiki.com – Perkembangan ekonomi kreatif di Gorontalo memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar dapat mencapai potensi maksimal. Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) berupaya meningkatkan daya saing subsektor ekonomi kreatif tersebut melalui pelaksanaan Hulonthalo Art and Craft Festival (HACF) 2025, yang dinilai konsisten dan berdampak positif bagi pelaku usaha lokal.
Dalam acara yang berlangsung di Gorontalo pada hari Sabtu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan bahwa kegiatan HACF yang konsisten selama beberapa tahun terakhir berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan sektor ini. Dia menekankan pentingnya kolaborasi dengan Bank Indonesia, yang terus mendukung dan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berkembang menjadi industri kreatif yang membanggakan daerah.
Menteri Riefky juga menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi untuk meningkatkan daya saing produk kreatif Gorontalo. Dia berupaya membuka akses pasar bagi produk lokal agar dapat bersaing tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di global. Beberapa subsektor seperti fesyen, kuliner, dan kriya telah menunjukkan perkembangan, namun potensi besar juga terdapat pada subsektor film, musik, aplikasi, game, dan modifikasi otomotif.
Menteri Riefky mengajak semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan komunitas, untuk berperan aktif dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif. Ia menekankan bahwa keberhasilan sektor ini sangat bergantung pada dukungan yang kuat dari semua elemen masyarakat. Harapannya, subsektor kreatif dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi di Gorontalo, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.