textilewiki.com – PT Pegadaian Kanwil X melaporkan perubahan perilaku nasabah di Jawa Barat, di mana kini banyak yang beralih ke layanan digital dibandingkan mengunjungi kantor cabang fisik. Lonjakan transaksi digital melalui platform elektronik mencapai empat kali lipat sepanjang tahun 2025. Pemimpin Wilayah Dede Kurniawan mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini menunjukkan respons positif masyarakat terhadap kemudahan yang ditawarkan layanan digital Pegadaian.
Di tingkat nasional, Pegadaian mencatat lebih dari 34 juta transaksi digital, mengalami peningkatan 324 persen secara tahunan. Jumlah nasabah aktif yang melakukan transaksi digital juga meningkat menjadi lebih dari 4,6 juta, naik 244 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini tidak hanya melibatkan nasabah ritel, tetapi juga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan fitur pembiayaan mikro secara daring.
Dede mencatat bahwa karakter masyarakat Jawa Barat yang dinamis dan paham teknologi sangat mendukung transisi ini. Untuk itu, Pegadaian bertekad terus melakukan edukasi agar lebih banyak masyarakat yang terbiasa dengan ekosistem digital. Memasuki tahun 2026, perusahaan telah meluncurkan pembaruan aplikasi versi 8.3.0 yang menambahkan berbagai fitur strategis, termasuk pembayaran gadai untuk pihak lain dan fleksibilitas dalam transaksi mikro.
Dengan pembaruan ini, Dede optimistis layanan keuangan Pegadaian akan lebih mudah diakses, bahkan di daerah pelosok, tanpa terhalang oleh faktor geografis. Transformasi digital ini juga menandai langkah Pegadaian dalam memperluas inklusi keuangan di Indonesia, dengan tujuan agar semua masyarakat, hingga ke daerah terpencil, dapat mengakses solusi keuangan melalui perangkat genggam mereka.