textilewiki.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memantau risiko terkait kualitas kredit dalam industri pinjaman daring (pindar) yang dapat memengaruhi laba sektor ini, di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Melalui laporan terbaru, OJK mencatat rasio pendanaan macet (TWP90) dalam sektor pindar berada di angka 2,75 persen per Juli 2025, mengalami penurunan dari 2,85 persen pada bulan sebelumnya. Laba industri pindar secara keseluruhan tercatat sebesar Rp1,34 triliun pada periode yang sama.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Agusman, menyatakan bahwa OJK mendorong langkah mitigasi risiko melalui pengawasan dan pembinaan kepada penyelenggara pindar. Hingga Juli 2025, terdapat 20 penyelenggara pindar yang memiliki TWP90 di atas 5 persen, jumlah ini berkurang satu dibandingkan dengan bulan Juni.
Agusman juga mengungkapkan bahwa OJK telah meminta rencana aksi dari penyelenggara pindar untuk menurunkan TWP90. Dari sisi pembiayaan, industri pindar menunjukkan pertumbuhan positif dengan pertumbuhan outstanding pembiayaan yang mencapai 22,01 persen year on year, senilai Rp84,66 triliun.
Pertumbuhan ini menegaskan peranan penting pindar dalam menyediakan akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat yang tidak terlayani oleh lembaga keuangan formal. Agusman yakin bahwa kontribusi pindar dalam mendorong perekonomian akan terus meningkat ke depan, seiring perluasan dukungannya terhadap pembiayaan produktif dan UMKM.