textilewiki.com – Pasar modal Indonesia kini mencatatkan diri sebagai salah satu dari 20 bursa dengan nilai kapitalisasi terbesar di dunia, serta yang terdepan di kawasan ASEAN. Hal ini disampaikan oleh Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, dalam acara Medan Sharia Investor City (MAIN STORY) 2025 yang disiarkan secara daring pada hari Jumat di Medan, Sumatera Utara.
Jeffrey mengungkapkan bahwa kapitalisasi pasar telah mencapai Rp15.300 triliun, dengan nilai transaksi harian mencapai Rp16,9 triliun. Selain itu, jumlah investor aktif di Indonesia kini menyentuh angka 19,5 juta. Pertumbuhan ini juga tercermin pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tumbuh hampir 19 persen sepanjang tahun ini. Pada penutupan pasar Jumat, IHSG tercatat di angka 8.414,35, sedangkan pada awal tahun, IHSG dibuka di level 7.103,14.
Kinerja positif pasar modal Indonesia, menurut Jeffrey, berkat kontribusi sektor pasar modal syariah yang meningkatkan inklusivitas layanan keuangan. Dia menekankan bahwa prinsip investasi syariah yang mementingkan manajemen risiko tidak hanya menarik bagi umat Muslim, tetapi juga bagi masyarakat umum yang ingin mengelola keuangan secara bijak. “Prinsip-prinsip berinvestasi syariah itu nilainya universal,” ujarnya.
Ekosistem pasar modal syariah di Indonesia juga didukung oleh regulasi yang komprehensif, termasuk lebih dari 11 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) dan 26 fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Regulasi ini mengatur segala aspek investasi syariah, mulai dari pembukaan rekening sampai penyimpanan dana jaminan investor.
Jeffrey menyatakan bahwa kesiapan ekosistem ini telah membawa pasar modal syariah Indonesia meraih pengakuan global, dengan Bursa Efek Indonesia menerima penghargaan sebagai The Best Islamic Capital Market sebanyak lima kali. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) per Oktober 2025 berada di level 282,10, dengan kapitalisasi pasar senilai Rp9,32 kuadriliun dan pertumbuhan 30,81 persen sejak awal tahun.