Site icon textilewiki.com

Penurunan Suku Bunga Kredit Diperlukan Segera Untuk UMKM

[original_title]

textilewiki.com – Penurunan suku bunga kredit di luar program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi isu mendesak untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menekankan pentingnya langkah ini dalam mendukung ekspansi UMKM yang masih menghadapi berbagai tantangan hingga 2026.

Menurut Bhima, meskipun perbankan telah menerima likuiditas lebih dari Rp200 triliun sepanjang 2025, penyaluran kredit kepada UMKM dilakukan dengan hati-hati. Hal ini mengakibatkan biaya bunga yang tinggi dan sulit dijangkau oleh banyak pelaku usaha. “Diperlukan penurunan suku bunga kredit di luar KUR agar UMKM dapat mengatasi beban biaya bunga,” ungkapnya.

Dia juga menyoroti perlunya pemerintah memastikan program-program besar, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), dapat menyerap hingga 90 persen produk lokal dari UMKM serta memperluas penerima KUR. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Januari 2026 mencatat bahwa kredit perbankan mengalami pertumbuhan 7,74 persen dibanding tahun sebelumnya, mencapai Rp8.314,48 triliun.

Pertumbuhan kredit ini terutama ditopang oleh sektor pengangkutan dan pergudangan serta industri pertambangan. Meskipun demikian, kredit UMKM mengalami kontraksi sebesar 0,64 persen, yang menunjukkan tantangan yang signifikan bagi sektor ini.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) terus tumbuh, mencapai 12,03 persen. Penurunan suku bunga perbankan juga tercatat, dengan suku bunga kredit rupiah rata-rata turun menjadi 8,97 persen pada November 2025. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperbaiki akses pembiayaan bagi UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Exit mobile version