textilewiki.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan optimisme bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menembus level 10.000 pada akhir tahun 2026. Dalam pernyataan di Jakarta pada hari Rabu, Purbaya menyebutkan bahwa harapan untuk mencapai angka tersebut masih lebih besar, meskipun IHSG ditutup pada angka 8.646,94, naik 2,68 poin atau 0,03 persen di akhir tahun ini.
Purbaya menjelaskan bahwa secara fundamental, IHSG tahun ini seharusnya berada pada level yang lebih tinggi. Namun, prediksi ini tidak tercapai akibat berbagai dinamika kebijakan dan faktor sentimen pasar. Ia mengungkapkan bahwa IHSG seharusnya sudah mencatat angka lebih dari 9.000 jika desain kebijakan berjalan sesuai harapan.
Analisis dari pengamat pasar modal Reydi Octa menjelaskan bahwa penguatan IHSG pada akhir tahun 2025 ditopang oleh sentimen dari pemangkasan suku bunga baik di tingkat domestik maupun global. Ini meningkatkan minat investor terhadap aset di pasar berkembang. Reydi juga menambahkan bahwa kinerja yang solid dari emiten besar berkontribusi pada pergerakan IHSG, sementara faktor window dressing turut meningkatkan aktivitas transaksi menjelang penutupan tahun.
Melihat ke depan, Reydi menekankan bahwa beberapa faktor akan terus menjadi perhatian para investor, termasuk arah kebijakan suku bunga, dinamika geopolitik, serta pertumbuhan ekonomi yang berlangsung. Performa emiten berkapitalisasi besar dan arus masuk investasi asing juga dianggap vital untuk menentukan arah pergerakan IHSG di tahun mendatang.