textilewiki.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan pada Jumat (2/1), dengan penutupan yang melemah 38 poin atau 0,23 persen pada level Rp16.725 per dolar AS. Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa penyebab utama pelemahan ini adalah sentimen global serta situasi geopolitik yang masih dipenuhi oleh ketidakpastian.
Pasar juga sedang mengamati risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Desember yang dirilis pekan ini. Rizalah tersebut mencerminkan pandangan yang terbelah di kalangan pejabat Federal Reserve mengenai kebijakan suku bunga ke depan. Beberapa pejabat berargumen bahwa suku bunga sebaiknya tetap bertahan setelah tiga kali pemangkasan yang berlangsung sepanjang tahun lalu, sementara yang lain mempertimbangkan penurunan jika inflasi menunjukkan penurunan yang berkelanjutan.
Selain itu, tekanan eksternal disebabkan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama terkait konflik Rusia dan Ukraina. Ketegangan tersebut kembali memanas setelah kedua belah pihak saling menuduh melakukan serangan terhadap warga sipil saat perayaan Tahun Baru. Eskalasi ini di tengah upaya diplomasi yang intensif dari Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun.
Keadaan ini menunjukkan bagaimana pengaruh global dan dinamika politik dapat berimbas pada nilai tukar mata uang lokal. Jika sentimen ini berlanjut, para pelaku pasar dan analis akan terus memantau perkembangan kebijakan moneter dan kondisi geopolitik untuk melihat dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.