textilewiki.com – Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menekankan pentingnya pengelolaan dana transfer ke daerah (TKD) yang lebih adil, proporsional, dan efektif. Dalam kunjungan kerjanya di Surabaya, Bima menjelaskan bahwa kapasitas fiskal di berbagai daerah masih memerlukan penguatan di banyak aspek.
Kunjungan ini merupakan perwakilan dari Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dalam rapat dengan Komisi II DPR RI. Bima mengungkapkan bahwa hanya sekitar 10 provinsi di Indonesia yang memiliki kapasitas fiskal mandiri, dan Jawa Timur berada di urutan keenam setelah Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bali. Sedangkan di tingkat kabupaten/kota, hanya Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo yang berhasil mencapai kemandirian fiskal.
“Sebagian besar daerah masih sangat bergantung kepada pusat, dan ini menuntut langkah-langkah signifikan untuk mengurangi ketergantungan itu,” ujarnya. Bima juga menggarisbawahi perlunya perbaikan dalam tata kelola keuangan dan pengelolaan dana bagi hasil yang dianggap kurang memperhatikan dampak eksternal yang dihadapi beberapa daerah.
Pemerintah daerah juga didorong untuk mencari sumber pembiayaan alternatif dari pihak ketiga agar alokasi dana transfer tidak mengganggu pelayanan dasar masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Acara ini dihadiri berbagai stakeholder, termasuk Ketua Komisi II DPR RI dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.
Bima Arya menekankan pentingnya integrasi perencanaan antara pusat dan daerah untuk memastikan bahwa alokasi anggaran dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan dan mendukung kemandirian fiskal daerah.