textilewiki.com – Program Magang Nasional diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi lulusan muda serta perusahaan yang terlibat. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, menyampaikan keyakinannya bahwa program ini akan membantu kedua pihak, yang diluncurkan untuk memfasilitasi transisi lulusan baru ke dunia kerja.
Shinta menekankan pentingnya partisipasi lebih banyak perusahaan dalam program ini, terutama bagi yang belum memiliki program magang. Menurutnya, pemerintah juga memberikan dukungan dengan menyubsidi upah minimum bagi peserta magang, yang menjadi insentif tambahan bagi perusahaan untuk ikut serta.
“Ini adalah kesempatan bagi lulusan untuk meningkatkan keterampilan mereka, sambil memberi perusahaan kesempatan untuk menilai kualitas talenta yang mereka terima,” tuturnya saat konferensi pers setelah acara Forbes Global CEO Conference di Jakarta.
Program Magang Nasional yang berjalan selama enam bulan ini ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi yang telah lulus dalam satu tahun terakhir, mulai Agustus 2024. Selama mengikuti program, peserta akan menerima uang saku setara upah minimum kabupaten/kota, serta jaminan sosial ketenagakerjaan, pembinaan, dan sertifikat magang.
Menurut Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, hingga 13 Oktober 2025, tercatat 1.147 perusahaan telah membuka lowongan magang di platform Maganghub, dengan lebih dari 105.000 lulusan baru yang memenuhi syarat untuk mendaftar. Peserta dapat melamar hingga tiga posisi magang sekaligus, yang diharapkan dapat meningkatkan peluang mereka dalam mendapatkan pekerjaan.
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan lulusan muda dapat lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan perusahaan dapat menemukan talenta yang sesuai dengan kebutuhan mereka.