Site icon textilewiki.com

Arsjad: Aturan Free Float 15 Persen Tingkatkan Transparansi Bursa

[original_title]

textilewiki.com – Kenaikan batas minimum saham yang dimiliki publik, atau free float, menjadi 15 persen dinilai dapat memperkuat struktur pasar modal Indonesia. Arsjad Rasjid, Ketua Dewan Pembina Indonesia Business Council (IBC), mengungkapkan bahwa kebijakan ini tidak hanya akan meningkatkan kepatuhan investor, tetapi juga memperbaiki transparansi dan likuiditas di bursa saham.

Dalam acara Indonesia Economic Summit (IEC) yang diadakan di Jakarta pada hari Selasa, Arsjad menegaskan bahwa free float merupakan elemen penting dalam proses transparansi dan likuiditas pasar. Ia juga menyarankan agar implementasi kebijakan ini dilakukan secara bertahap untuk mencegah tekanan mendadak pada emiten yang terdaftar. Menurutnya, masa transisi yang memadai sangat penting agar perusahaan dapat beradaptasi dengan ketentuan baru tersebut.

Lebih lanjut, Arsjad menekankan bahwa peningkatan porsi saham yang beredar di publik akan menarik lebih banyak investor dan mendorong praktik tata kelola serta keterbukaan informasi yang lebih baik di pasar modal. Sebagai bagian dari agenda reformasi, pemerintah telah mengusulkan peningkatan batas minimum kepemilikan publik emiten dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Reformasi lainnya mencakup penguatan keterbukaan informasi mengenai pemilik manfaat ultimate (ultimate beneficial ownership/UBO) dan pengungkapan afiliasi pemegang saham. Pemerintah juga memiliki rencana untuk mempercepat demutualisasi bursa yang diharapkan bisa selesai tahun ini. Kebijakan ini diharapkan akan mendukung pertumbuhan dan stabilitas pasar modal Indonesia ke depan.

Exit mobile version