textilewiki.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) baru saja menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan SK Plasma Co. Ltd, perusahaan asal Korea Selatan, serta anak usaha PT SKPlasma Core Indonesia. Penandatanganan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui pengurangan ketergantungan impor dan peningkatan kemandirian layanan kesehatan di Indonesia.
Dalam keterangan resmi dari Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, dijelaskan bahwa fokus investasi Danantara mencakup sektor kesehatan, menciptakan solusi yang berkelanjutan serta berstandar global. Pandu menekankan pentingnya kolaborasi antara keahlian SK Plasma dan investasi yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien.
Sejalan dengan itu, Danantara Indonesia menetapkan sektor kesehatan sebagai salah satu dari delapan sektor prioritas untuk investasi yang akan dimulai pada awal 2025. Rencananya, investasi akan difokuskan pada pembangunan fasilitas plasma darah dan berbagai infrastruktur kesehatan.
CEO SK Plasma, Kim Seung-joo, menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah signifikan untuk memperkuat sektor kesehatan Indonesia, mengingat SK Plasma adalah pemimpin dalam produksi Produk Obat Derivat Plasma (PODP) yang sangat penting. Mereka berkomitmen untuk memproduksi obat-obatan esensial secara lokal, yang sebelumnya sepenuhnya diimpor, guna mengurangi risiko pasokan.
Upaya ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendorong transfer teknologi melalui pelatihan tenaga kerja di Korea. Fasilitas fraksionasi plasma di Karawang, Jawa Barat, diharapkan dapat selesai pada 2026, sekaligus menjadi fondasi bagi Indonesia untuk memproduksi PODP secara mandiri.
Ke depan, kedua pihak berencana menjajaki berbagai peluang investasi lebih lanjut, yang akan diumumkan sesuai hasil uji tuntas dan peraturan yang berlaku. Danantara Indonesia yakin bahwa penguatan sektor kesehatan akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.