textilewiki.com – Perum Bulog telah mengambil langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan di wilayah Sumatra dengan mempersiapkan stok beras darurat. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menginstruksikan pimpinan wilayah dan cabang untuk menyediakan beras sebanyak 50 ton di setiap bandara dan pelabuhan yang berpotensi terdampak bencana. Langkah ini diambil sebagai antisipasi menghadapi kebutuhan mendadak akibat bencana alam, terutama banjir dan tanah longsor yang sering melanda daerah tersebut.
Dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Rizal menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan agar pengiriman bantuan pangan dapat dilakukan dengan cepat, terutama kepada daerah-daerah yang terisolasi. “Kami perintahkan agar setiap hari tersedia minimal 20 ton dan maksimal 50 ton beras untuk segera diterbangkan jika diperlukan,” ujarnya.
Persiapan stok beras ini juga penting mengingat kemungkinan gangguan akses darat akibat bencana, yang dapat menghambat distribusi. Bulog memastikan bahwa tidak hanya bandara, tetapi juga pelabuhan akan dilengkapi cadangan beras serupa untuk mendukung pengiriman cepat. Selain itu, gudang Bulog akan beroperasi siaga 24 jam guna memastikan bantuan dapat segera disalurkan kepada korban bencana.
Rizal menegaskan bahwa kebijakan ini akan terus diberlakukan sampai kondisi di seluruh wilayah yang terdampak bencana membaik dan aktivitas masyarakat kembali normal. Evaluasi berkala juga akan dilakukan untuk menjamin distribusi bantuan tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini menggambarkan komitmen Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan di tengah situasi darurat.