textilewiki.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan sebesar 1,17 persen di hari perdagangan pertama tahun 2026, membawa indeks ke level 8.748,13. Hal ini diungkapkan oleh Chief Economist IQI Global, Shan Saeed, yang menilai lonjakan ini menunjukkan kepercayaan investor yang meningkat. Menurutnya, sinyal positif dari pasar saham Indonesia ini menjadi awal optimistis untuk tahun yang diprediksi dapat menjadi tahun terobosan.
Shan menambahkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia yang solid didukung oleh sentimen global yang membaik dan meningkatnya minat terhadap aset berisiko memberi dorongan bagi IHSG. Konsensus saat ini memproyeksikan potensi kenaikan IHSG sekitar 8 hingga 10 persen sepanjang tahun ini, berkat permintaan domestik yang kuat dan kepercayaan investor yang semakin tumbuh. Ia juga menekankan bahwa valuasi pasar saham Indonesia masih berada di bawah rata-rata historis, menjadikannya menarik bagi investor global.
Sementara itu, Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menggarisbawahi bahwa penguatan IHSG merupakan bagian dari tren positif yang dialami bursa saham Asia. Ia mencatat bahwa meskipun PMI manufaktur Indonesia mengalami penurunan, permintaan domestik tetap menjadi pendorong utama. Arus masuk dana asing mencatatkan total sekitar Rp1,1 triliun, sementara imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun menjadi 6,05 persen, menunjukkan kepercayaan terhadap stabilitas makro ekonomi Indonesia.
Melihat kombinasi dari penguatan pasar saham dan keyakinan investor, Indonesia memulai tahun 2026 dari posisi yang kuat, dengan kebijakan yang kredibel serta permintaan domestik yang solid. Ini membuat Indonesia semakin menarik sebagai tujuan investasi utama di kawasan Asia Tenggara.