textilewiki.com – Forum Human Capital Indonesia (FHCI) mengajak penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara etis dan efisien untuk mendukung transformasi BUMN di Indonesia. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Jakarta, Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi PT PLN (Persero), Pratama Adieputro Suseno, menjelaskan bahwa AI dapat meningkatkan efisiensi dan adaptabilitas manusia tanpa menggantikan peran mereka. “AI justru membuat manusia lebih cerdas dan cepat beradaptasi,” ungkapnya.
Di PLN, teknologi AI diterapkan di berbagai lini, mulai dari perencanaan organisasi hingga pengelolaan pelatihan pegawai. Salah satu contoh yang diberikan adalah sistem Knowledge Smart Assistant for Training Recommendation and Intelligent Acceleration (KESATRIA), yang dirancang untuk membantu pegawai menemukan pelatihan yang sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan individual.
Namun, tantangan etika dalam penerapan AI juga disoroti, terutama dalam proses rekrutmen. SEVP Human Capital PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Steven A. Yudiyantho, mengingatkan pentingnya transparansi dan kontrol manusia untuk mencegah diskriminasi yang mungkin timbul akibat keputusan berbasis AI.
Dari sisi kebijakan, Sekretaris Deputi Kemenko Perekonomian, Pujo Setio, menekankan perlunya tata kelola yang etis dalam pengembangan ekosistem AI di Indonesia. Meskipun adopsi AI semakin pesat, ia mencatat bahwa banyak penggunaannya masih berfokus pada konten kreatif, bukan inovasi produktif.
Untuk mendukung hal ini, pemerintah berkomitmen mengembangkan program pengetahuan dan pelatihan digital, guna memastikan masyarakat memahami etika dan risiko AI. Professor Simon Tanner dari King’s College London mengingatkan organisasi untuk tidak terjebak dalam hype teknologi, melainkan memahami kebutuhan dan dampak penggunaan AI.