textilewiki.com – Gubernur Banten, Andra Soni, menekankan bahwa perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 harus berfungsi sebagai alat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam rapat paripurna DPRD Banten yang berlangsung di Kota Serang pada Rabu, Andra menyatakan pentingnya tata kelola keuangan yang sehat dan transparan.
Andra menggarisbawahi bahwa setiap anggaran harus diarahkan untuk kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pengentasan kemiskinan. Ia menekankan bahwa perubahan APBD seharusnya lebih dari sekadar respons terhadap dinamika kebijakan, melainkan juga sebagai momen untuk perbaikan yang substansial.
Dalam rapat tersebut, Andra juga membahas mengenai penurunan target pendapatan asli daerah (PAD) akibat kebijakan pembebasan pajak kendaraan bermotor yang berlaku hingga 31 Oktober 2025. Dia menyatakan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden untuk meringankan beban masyarakat.
Lebih lanjut, Gubernur Banten menyoroti penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khususnya Bank Banten, dengan harapan bahwa penambahan modal dan peningkatan sinergi dengan lembaga keuangan dapat meningkatkan kinerja lembaga tersebut.
Andra mencatat bahwa defisit anggaran yang mencapai Rp305,98 miliar akan ditutup menggunakan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun sebelumnya yang mencapai Rp444,48 miliar. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah dari Silpa akan digunakan untuk program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam revisi APBD, pendapatan daerah telah direvisi dari Rp11,837 triliun menjadi Rp10,614 triliun. Sementara itu, belanja total juga direvisi turun menjadi Rp10,920 triliun, dengan pemangkasan terbesar terjadi pada belanja modal. Andra optimis perubahan ini akan memperkuat fondasi pembangunan dan berkontribusi pada visi Indonesia Emas 2045.