textilewiki.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada sesi perdagangan Selasa sore. IHSG tergerus 21,15 poin atau 0,27 persen, menutup hari pada posisi 7.905,76. Demikian juga indeks LQ45, yang mencatat penurunan lebih signifikan, yakni 11,31 poin atau 1,36 persen menjadi 817,61.
Penurunan ini dipicu oleh berbagai sentimen negatif, termasuk rilis berita tentang ancaman tarif yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait China. Trump menyatakan akan mengenakan tarif impor sebesar 200 persen jika China tidak mematuhi permintaan untuk menghentikan ekspor mineral tanah jarang ke AS. Ancaman tersebut ikut mempengaruhi kondisi pasar regional yang tercermin melalui koreksi indeks bursa di Asia.
Para pelaku pasar juga mencermati pertemuan yang berlangsung antara Trump dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, yang membahas kesepakatan perdagangan terbaru. Pasar bereaksi terhadap pengumuman tarif impor yang baru, yang ditetapkan sebesar 15 persen atas ekspor Korea Selatan ke AS. Selain itu, Trump juga memutuskan untuk memberhentikan Gubernur The Fed, Lisa Cook, dari posisinya.
IHSG yang dibuka dengan positif, gagal mempertahankan momentum dan bergerak ke zona negatif hingga penutupan sesi kedua perdagangan. Dari sisi sektor, hanya lima sektor yang mengalami penguatan, dengan sektor energi naik 1,33 persen. Sebaliknya, sektor properti menjadi yang terendah, turun 1,38 persen.
Frekuensi perdagangan mencapai 2.367.985 kali, dengan total transaksi sebanyak 57,74 miliar lembar saham senilai Rp45,82 triliun. Dari 804 saham yang diperdagangkan, tercatat 266 saham mengalami kenaikan, sementara 393 saham turun dan 145 saham lainnya tidak berubah. Kinerja bursa saham regional juga menunjukkan tren negatif, dengan indeks utama di kawasan Asia, seperti Nikkei dan Hang Seng, turut mencatat penurunan.