textilewiki.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penguatan pada Jumat sore, meskipun bursa saham di kawasan Asia mengalami tekanan. IHSG ditutup lebih tinggi dengan kenaikan 42,69 poin atau 0,53 persen, berada pada level 8.051,12. Sementara indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, juga mengalami peningkatan sebesar 0,09 persen menjadi 809,99.
Kenaikan ini terjadi di tengah perhatian pelaku pasar terhadap kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed. Setelah penurunan suku bunga, pelaku pasar optimis akan adanya peluang penurunan lebih lanjut. Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat bahwa para pembuat kebijakan mengingatkan risiko inflasi yang dapat memperlambat penurunan suku bunga di masa depan. Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa mereka tidak akan terburu-buru dalam melakukan pelonggaran lebih lanjut, meskipun pasar mengharapkan sikap yang lebih hawkish.
Di sisi lain, pelaku pasar juga menanti pembicaraan antara Presiden AS dan Presiden China terkait kesepakatan yang melibatkan TikTok. Sementara itu, dari negara asal, Badan Anggaran DPR bersama pemerintah telah menyepakati pelebaran defisit anggaran dari 2,48 persen menjadi 2,68 persen, yang diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi.
Dari segi sektor, enam sektor dalam IHSG mengalami penguatan, dengan sektor industri memimpin kenaikan sebesar 4,56 persen. Namun, lima sektor lainnya mengalami penurunan, terutama sektor properti yang turun 0,81 persen. Pada akhir perdagangan, tercatat 301 saham naik, 350 saham turun, dan 148 saham tidak berubah, dengan volume perdagangan mencapai 50,14 miliar lembar saham senilai Rp69,50 triliun.