textilewiki.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore mengalami penguatan, ditutup naik 77,93 poin atau 0,90 persen di level 8.710,69. Penguatan ini menjadi respon positif terhadap prospek ekonomi domestik yang tetap stabil, meskipun masih memerlukan kewaspadaan terkait dukungan fiskal pasca-bencana alam di Sumatera.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan bahwa IHSG mencatatkan level tertinggi sepanjang sejarahnya (all time high) berkat sentimen positif dari berbagai saham unggulan. Ia menekankan pentingnya melihat bagaimana pemerintah akan menangani kerusakan akibat bencana tersebut serta dampaknya pada ekonomi.
Dari kalender ekonomi, pelaku pasar sedang menantikan rilis survei Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) untuk bulan November 2025 dan data penjualan ritel untuk bulan Oktober 2025. Di arena global, perhatian tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang berlangsung 9-10 Desember 2025, di mana pelaku pasar mengharapkan kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan, yang diprediksi mencapai 86,2 persen.
Sektor-sektor dalam IHSG mencatatkan penguatan, dengan sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 2,63 persen, diikuti sektor kesehatan dan energi. Dari sisi perdagangan, frekuensi transaksi mencapai 2.911.248 kali dengan nilai total mencapai Rp27,33 triliun, melibatkan 57,32 miliar lembar saham.
Bursa saham regional Asia juga menunjukkan performa yang beragam; Indeks Nikkei dan Shanghai menguat, sementara Indeks Straits Times mengalami penurunan. Melihat keseluruhan pergerakan ini, pelaku pasar tetap optimis meski harus waspada terhadap perubahan yang mungkin terjadi di ekonomi global.