textilewiki.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan yang signifikan pada Senin sore, mencapai level tertinggi dalam sejarah, berkat data perekonomian domestik yang stabil. IHSG ditutup naik 111,06 poin atau 1,27 persen, berada di posisi 8.859,19. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga meningkat, naik 7,77 poin atau 0,91 persen, menjadi 859,77.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa penguatan IHSG dipicu oleh dukungan dari bursa regional Asia dan rilis data ekonomi domestik yang positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan sebesar 2,66 miliar dolar AS pada bulan November, dengan inflasi bulan Desember 2025 terjaga pada level 0,64 persen month-to-month (mtm) dan 2,92 persen year-on-year (yoy). Laju inflasi diprediksi akan tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia, yaitu 1,5 hingga 3,5 persen.
Dari sisi internasional, pelaku pasar tampak tenang meskipun ada ketegangan geopolitik akibat serangan AS terhadap Venezuela. Mereka lebih memilih fokus pada data dari China yang menunjukkan aktivitas bisnis tetap ekspansif. Ini tercermin dari survei yang menunjukkan angka indek PMI China di posisi 52,0 untuk bulan Desember, meskipun terjadi penurunan kecil dibandingkan bulan sebelumnya.
IHSG yang dibuka menguat terus mempertahankan posisinya di zona positif hingga penutupan sesi perdagangan. Indeks sektoral IDX-IC menunjukkan sepuluh sektor mengalami penguatan, dipimpin sektor transportasi dan logistik. Total frekuensi perdagangan mencatatkan 4.010.984 transaksi dengan lebih dari 70 miliar lembar saham diperdagangkan, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup dinamis.