textilewiki.com – Menarik lebih banyak investor ke Indonesia menjadi tuntutan penting, demikian pernyataan Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Senin, ia menggarisbawahi perlunya kebijakan yang disesuaikan untuk menarik minat investor.
Esther menyatakan bahwa meskipun Indonesia kaya akan sumber daya alam, banyak investor masih ragu untuk berinvestasi. Penyebab utamanya adalah kebijakan yang diterapkan belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pasar. “Keringanan pajak melalui program tax holiday tidak lagi menjadi daya tarik utama bagi investor,” imbuhnya. Saat ini, kejelasan dalam usaha, infrastruktur yang memadai, dan tenaga kerja berkualitas menjadi syarat utama bagi investor global.
Ia menekankan pentingnya infrastruktur yang andal, seperti pasokan listrik, gas, dan air bersih, agar investor merasa aman untuk mendirikan pabrik. Dalam sektor pariwisata, akses transportasi yang baik juga menjadi faktor penentu bagi investor.
Selanjutnya, Esther juga menjelaskan tentang tantangan di sektor tenaga kerja, di mana sebagian besar masih berada pada sektor informal dengan masalah ketidakcocokan keterampilan. Untuk itu, penguatan sumber daya manusia sangat diperlukan.
Imaduddin Abdullah, Direktur Kolaborasi Internasional INDEF, menambahkan bahwa penguatan riset dan pengembangan juga penting untuk menarik investasi. Inovasi yang dihasilkan dari R&D diharapkan dapat meningkatkan produktivitas industri. Tanpa langkah-langkah tersebut, Indonesia berisiko tertinggal dibandingkan negara lain dalam menarik investasi asing, terutama untuk keluar dari status negara berpendapatan menengah.