textilewiki.com – CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, memproyeksikan bahwa perdagangan aset kripto global akan tetap berada dalam fase konsolidasi hingga akhir tahun 2025. Proyeksi ini muncul di tengah sikap menunggu yang ditunjukkan oleh para pelaku pasar global akibat ketidakpastian ekonomi. Kondisi ini semakin diperparah oleh penurunan nilai Bitcoin yang mencapai 84.537,42 dolar AS.
Pelemahan harga Bitcoin diindikasikan oleh kekhawatiran bahwa bank sentral AS (The Fed) mungkin menunda pemotongan suku bunga yang sebelumnya diperkirakan bakal terjadi pada Desember. Hal ini dipicu oleh data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan pertumbuhan di luar ekspektasi, dengan penambahan 119.000 tenaga kerja pada September, jauh di atas proyeksi yang hanya 50.000.
Ketidakstabilan nilai aset global tentunya memengaruhi pasar kripto di Indonesia, namun Calvin menegaskan bahwa pasar domestik menunjukkan ketahanan yang lebih baik. Meskipun nilai transaksi kripto di Indonesia mengalami penurunan 13,77 persen menjadi Rp409,56 triliun pada Januari-Oktober 2025, jumlah pengguna kripto meningkat menjadi 18,61 juta orang, mencatatkan kenaikan sebesar 3,05 persen dalam satu bulan.
Calvin menjelaskan bahwa pertumbuhan konsisten di antara investor kripto menunjukkan bahwa mereka tidak meninggalkan pasar, tetapi lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Ia juga mencatat stabilitas indikator pasar dan aktivitas pengguna yang menggambarkan berbagai peluang ke depan.
Pemerintah diharapkan memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pasar melalui kebijakan dan program edukasi terkait aset digital. Menghadapi tahun 2026, Calvin optimis bahwa perbaikan kondisi makro dan likuiditas baru dapat mendorong pemulihan pasar. Namun, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan pemahaman risiko bagi para investor, sementara minat masyarakat terhadap aset kripto di Indonesia terus tumbuh, menandakan kematangan ekosistem yang siap untuk berkembang di masa depan.