textilewiki.com – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, berencana untuk membentuk bank koperasi baru. Langkah ini bertujuan untuk memperluas akses permodalan bagi koperasi dalam sektor riil, termasuk pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Rencana ini diungkapkan pada acara Temu Mitra Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) di Jakarta, Kamis.
Ferry menjelaskan bahwa pembentukan bank tersebut akan melibatkan skema patungan di antara koperasi, meskipun rincian lebih lanjut mengenai bank yang berpotensi terlibat belum diungkapkan. Proses penjajakan masih berlangsung, dan pemerintah menunggu hasil studi dari berbagai tawaran yang ada. Dalam upaya tersebut, pemerintah juga mendorong LPDB Koperasi untuk berperan lebih aktif dalam pembiayaan koperasi, mengingat kebutuhan modal yang meningkat untuk mendukung KDKMP dalam sektor produksi, distribusi, dan logistik di desa.
Penguatan struktur pembiayaan koperasi diharapkan dapat mendukung program besar pemerintah dalam membangun 80.000 KDKMP. Program ini mencakup pengembangan gerai desa, apotek, klinik, jaringan logistik, dan industri rumahan. Ferry menegaskan bahwa pembentukan bank baru dan penguatan LPDB adalah strategi untuk membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip ekonomi konstitusi.
Direktur Utama LPDB, Krisdianto Soedarmono, menambahkan bahwa LPDB akan meningkatkan dukungan pembiayaan yang produktif bagi koperasi. Dengan dukungan yang memadai, diharapkan program Koperasi Merah Putih dapat berjalan dengan sukses. Saat ini, LPDB mencatat bahwa sekitar 82.707 KDKMP telah berbadan hukum, dan pembangunan fisik gerai desa dilakukan melalui kerja sama dengan BUMN serta dukungan TNI.