textilewiki.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peninjauan dan pencopotan pejabat di Kementerian Pertanian akan dilakukan jika kinerja mereka tidak memenuhi target dalam upaya mencapai swasembada pangan. Hal ini disampaikan Amran dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang berlangsung di Karawang, Jawa Barat, dihadiri oleh sekitar 5.000 petani dan penyuluh secara langsung, serta dua juta peserta secara daring.
Amran menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk ketegasan sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang mengharapkan pejabat yang tidak menunjukkan dedikasi atau hasil yang memuaskan untuk diambil tindakan. Ia mencontohkan kerja sama yang solid di antara kementerian dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang terus berkomunikasi intensif bahkan di luar jam kerja. Hal ini dilakukan demi memastikan ketahanan pangan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Amran juga menyoroti pentingnya kerja keras dan disiplin dalam mencapai target swasembada, termasuk pengalaman pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam situasi tekanan tinggi. Ia menegaskan bahwa kegagalan untuk mencapai target swasembada pangan merupakan pengkhianatan terhadap harapan petani. Oleh karena itu, evaluasi dan pencopotan pejabat yang tidak memenuhi standar pun dijadwalkan.
Amran juga menyampaikan komitmennya untuk memberantas praktik korupsi dan mafia pertanian guna mencapai tujuan kemandirian pangan. Ia menambahkan alokasi anggaran pertanian yang mencapai Rp40 triliun pada tahun ini menjadi yang tertinggi dalam sejarah. Melalui upaya tersebut, diharapkan terdapat lonjakan nilai ekonomi nasional serta kesejahteraan bagi petani sebagai bagian dari rencana pembangunan berkelanjutan.