textilewiki.com – Papua memasuki fase penting dalam pembangunan pertanian, di mana Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menekankan perlunya percepatan cetak sawah dan kolaborasi lintas sektor. Dalam penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Jayapura, ia mengungkapkan harapan bahwa Papua akan mencapai swasembada pangan pada tahun 2027.
Andi menjelaskan, saat ini kebutuhan pangan di Papua mencapai sekitar 660 ribu ton per tahun, sedangkan kapasitas produksi lokal hanya berkisar 120 hingga 124 ribu ton. Dengan kekurangan yang mencapai 500 ribu ton, langkah-langkah seperti ekspansi lahan pertanian dan intensifikasi perlu dilakukan. Upaya ini mencakup penambahan 20 ribu hektare sawah baru di wilayah Papua dan 50 ribu hektare di Papua Selatan.
Ia menggarisbawahi pentingnya ketahanan pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pada distribusi dari daerah lain, yang seringkali dikenai biaya transportasi tinggi. “Papua harus bisa memenuhi kebutuhan sendiri,” tegasnya. Andi juga menekankan bahwa investasi dalam pertanian adalah solusi permanen untuk mengatasi masalah pangan.
Lebih jauh, dalam situasi global yang dihadapkan pada krisis energi dan pangan, Andi mengingatkan bahwa ketidakstabilan pangan dapat memicu krisis sosial dan politik. Oleh karena itu, dibutuhkan tindakan cepat, termasuk pembangunan fasilitas gudang dan peningkatan kapasitas produksi lokal.
Di akhir kunjungannya, Andi mendengarkan aspirasi petani tentang kebutuhan akan sarana produksi, seperti bibit dan mekanisasi, menandakan komitmennya terhadap penguatan pertanian di Papua. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Papua dapat mengatasi defisit pangan dan mencapai swasembada dalam waktu dekat.