textilewiki.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) bersama dengan Komisi XII DPR RI telah menyepakati asumsi dasar sektor ESDM dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2026. Dalam kesepakatan tersebut, harga Indonesia Crude Price (ICP) ditetapkan sebesar 70 dolar AS per barel, dan lifting migas ditargetkan mencapai 1.594 ribu Barrel of Oil Equivalent per Day (BOEPD). Rincian tersebut mencakup gas bumi sebanyak 984 BOEPD dan minyak sebesar 610 ribu Barrel of Oil Per Day (BOPD).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa cost recovery untuk tahun 2026 direncanakan mencapai 8,5 miliar dolar AS, angka yang tidak jauh berbeda dari cost recovery pada tahun 2024. Selain itu, volume BBM dan LPG bersubsidi juga akan ditingkatkan, yaitu sebanyak 19,162 juta kiloliter, yang terdiri dari minyak tanah sebanyak 526 ribu kiloliter dan solar sebanyak 18,63 juta kiloliter. Sementara itu, alokasi subsidi LPG 3 kilogram dalam RAPBN 2026 mencapai 8 juta metrik ton.
Bahlil menekankan pentingnya pengelolaan distribusi BBM dan LPG bersubsidi dengan cermat agar tepat sasaran. Dia menyatakan, “Pengelolaan subsidi ke depan akan penuh dengan hati-hati dan betul-betul kita lakukan secara bijak dan sekali lagi tepat sasaran kepada saudara-saudara kita yang berhak menerima.”
Dalam hal subsidi listrik, Kementerian ESDM mengalokasikan anggaran sebesar Rp101,72 triliun, meningkat dibandingkan proyeksi subsidi tahun 2025 yang hanya sebesar Rp90,32 triliun. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, mengkonfirmasi bahwa pihaknya sepakat dengan asumsi dasar makro yang diajukan oleh Kementerian ESDM.