textilewiki.com – Penyaluran bantuan logistik pascabencana banjir di Bali dinilai penting dalam upaya pengendalian inflasi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, pada Rabu di Denpasar. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara BI dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga.
Pemerintah Provinsi Bali dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan bantuan pangan bagi korban banjir. TPID juga aktif melakukan pemantauan terhadap pasokan pangan, termasuk operasi pasar murah dan pengawasan harga komoditas utama. “Menjaga inflasi tetap rendah diharapkan dapat mendorong konsumsi rumah tangga dan menarik minat investor,” ujarnya.
Berdasarkan data terkini, harga rata-rata sejumlah komoditas di 60 pasar tradisional menunjukkan stabilitas setelah bencana. Harga beras medium stabil di Rp11.756 per kilogram, sedangkan beras premium dan minyak goreng masing-masing berada di Rp15.890 dan Rp20.065 per kilogram. Namun, harga cabai merah besar mengalami kenaikan menjadi Rp33.538 per kilogram.
Selain itu, BI Bali melakukan survei konsumen yang menunjukkan optimisme terhadap kondisi ekonomi. Indeks kepercayaan konsumen berada di angka 129,5 pada bulan Agustus 2025, menunjukkan keyakinan yang kuat terhadap pemulihan ekonomi Pulau Dewata. Survei ini bertujuan untuk mengukur ekspektasi konsumen mengenai situasi saat ini dan masa depan.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, diharapkan upaya pemulihan ekonomi di Bali pascabencana dapat berjalan efektif dan mengembalikan kepercayaan masyarakat.