textilewiki.com – PT Pertamina Patra Niaga, bagian dari PT Pertamina (Persero), mulai memasarkan bahan bakar Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang terbuat dari minyak jelantah. Langkah ini diharapkan bisa menjadi solusi ramah lingkungan bagi sektor penerbangan Indonesia dan sejalan dengan komitmen negara dalam transisi energi.
Menurut Mochamad Iriawan, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), minyak jelantah yang sebelumnya dianggap limbah kini telah diolah menjadi bahan bakar yang berkelanjutan. “Kita mampu menjadi pelopor di Asia Tenggara dalam inovasi ini,” ujarnya di Jakarta, Selasa. Pengiriman perdana SAF berbahan baku minyak jelantah ini dilakukan di Kilang RU IV Cilacap, Jawa Tengah.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menekankan pentingnya produksi SAF dalam mendukung target dekarbonisasi global dan komitmen Indonesia untuk mencapai net zero emission (NZE) pada 2060. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan teknologi Pertamina yang kompetitif di tingkat internasional.
Proses ini melibatkan ekosistem yang luas, mulai dari pengumpulan minyak jelantah oleh Pertamina Patra Niaga, hingga distribusi oleh maskapai seperti Pelita Air Service. Mars Ega Legowo Putra, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, menyatakan kesiapannya untuk memasarkan SAF, yang telah mendapatkan sertifikasi internasional.
Dengan program ini, Pertamina berkomitmen untuk mengajak masyarakat berperan aktif dalam pengumpulan minyak jelantah, sekaligus memberikan manfaat luas. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk mencapai target NZE serta mendukung ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Ke depan, Pertamina juga berencana untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam ekosistem SAF di seluruh Tanah Air.