textilewiki.com – Pasar investasi global diperkirakan masih memiliki peluang besar untuk melanjutkan tren positif pada tahun 2026, menyusul kinerja luar biasa sepanjang 2025. Senior Market Analyst Nanovest, Bryan Oskar, menyatakan bahwa penguatan pasar ini dapat terjadi jika bank sentral di seluruh dunia tetap melonggarkan kebijakan moneter dan sektor teknologi kecerdasan buatan (AI) terus menciptakan inovasi.
Bryan menjelaskan bahwa 2025 bukan hanya tahun pencapaian rekor harga, melainkan juga menunjukkan bagaimana aset tradisional seperti emas dan saham dapat beriringan dengan aset digital seperti Bitcoin dan saham yang berhubungan dengan AI, membawa hasil yang lebih optimal. Di bursa saham Amerika Serikat, indeks S&P 500, Nasdaq Composite, dan Dow Jones Industrial Average sering kali mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang tahun ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatatkan tren positif, mencapai titik tertinggi 8.616 poin, meningkat 45 persen dibandingkan level terendah sebelumnya. Di sektor kripto, Bitcoin mencapai harga lebih dari 126 ribu dolar AS di triwulan ketiga 2025, meskipun kini mengalami penurunan. Emas sebagai aset aman mencapai harga 4.381 dolar AS per troy ons pada Oktober 2025.
Namun, Bryan mengingatkan akan kemungkinan “AI Bubble” yang bisa terjadi, mengingat valuasi saham AI saat ini melebihi puncak pasar dot-com pada tahun 2000. Khawatir akan lonjakan utang nasional Amerika yang melampaui 38 triliun dolar AS, Bryan menganggap emas masih menjadi pilihan yang aman bagi para investor.
Sementara itu, kepercayaan investor di platform investasi digital Nanovest tetap tinggi, dengan peningkatan volume transaksi sebesar 95 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menurut Chief Marketing Officer Nanovest, Jovita Widjaja. Lonjakan ini menunjukkan bahwa semakin banyak investor Indonesia percaya terhadap potensi pasar global dan berkomitmen untuk berinvestasi di dalamnya.