textilewiki.com – Universitas Gadjah Mada (UGM) telah meluncurkan sapi baru bernama Sapi Gama, yang merupakan singkatan dari “gagah dan macho”. Sapi ini merupakan hasil inovasi genetik yang telah resmi diakui oleh Kementerian Pertanian sebagai galur sapi pedaging asli Indonesia, seperti diatur dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia. Proses peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Pengembangan Sapi Gama dilakukan oleh Fakultas Peternakan UGM, bekerja sama dengan PT Widodo Makmur Perkasa Tbk dan University of Liege, Belgia. Sapi ini merupakan hasil persilangan antara tiga jenis sapi unggulan, yaitu Belgian Blue, Wagyu, dan Brahman. Ketiga jenis sapi tersebut dipilih berdasarkan keunggulannya: Belgian Blue dikenal besar dan berotot, Wagyu unggul dalam kualitas daging, sedangkan Brahman terkenal adaptif terhadap iklim tropis.
Keunggulan Sapi Gama meliputi bobot lahir rata-rata 36 kilogram yang dapat tumbuh cepat dengan pakan baik. Sapi ini memiliki struktur tulang kecil, sehingga pengalaman persalinan lebih mudah dibandingkan dengan Belgian Blue. Meskipun Belgian Blue sensitif terhadap panas, Sapi Gama menunjukkan adaptabilitas yang baik terhadap iklim Indonesia.
Penelitian Sapi Gama telah berlangsung selama 13 tahun dengan hasil yang menjanjikan. Persentase karkas sapi Gama mencapai 65% hingga 68%, lebih tinggi dibanding sapi umum lainnya. Pada usia 30 bulan, sapi ini dapat mencapai bobot 700 hingga 800 kilogram.
Dalam pengembangan, Sapi Gama diberi pakan berbahan dasar limbah pertanian dengan formula khusus untuk mendukung pertumbuhan optimal. Jika berhasil, inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan produksi daging dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.