textilewiki.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai oleh pemerintahan Presiden Prabowo menjadi langkah signifikan dalam pembangunan manusia di Indonesia. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengatasi masalah stunting dan meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga dianggap sebagai investasi untuk masa depan sumber daya manusia yang lebih baik.
Keberhasilan program ini, berdasarkan para ahli, seharusnya tidak hanya diukur dari banyaknya porsi makanan yang disalurkan, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam pembiayaan, tata kelola transparan, serta pendekatan yang menggabungkan efisiensi ekonomi dengan keadilan sosial. Di sini, ekonomi syariah diharapkan mampu berkontribusi secara signifikan, menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan fiskal dan keberkahan sosial.
Terdapat potensi besar dalam pembiayaan sosial melalui ekonomi syariah, di mana data menunjukkan potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun per tahun, meski realisasi yang terkumpul hanya sekitar Rp41 triliun. Pemanfaatan zakat dan wakaf produktif dapat mendukung program MBG dengan membiayai pembuatan dapur umum dan pengadaan bahan pangan bergizi.
Alternatif pembiayaan lain melalui instrumen syariah, seperti sukuk sosial, juga dapat digunakan untuk mendanai infrastruktur logistik pangan. Sinergi ekonomi syariah dan MBG menjadi lebih realistis dengan adanya Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang dibentuk untuk mempercepat pengembangan sektor ini di Indonesia.
KNEKS berfungsi sebagai katalis untuk mengonsolidasikan berbagai sumber dana sosial Islam, yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program nasional. Melalui kolaborasi dan pengelolaan yang transparan, diharapkan pembiayaan ini tidak hanya efisien secara fiskal, tetapi juga membawa berkah sosial bagi masyarakat.