textilewiki.com – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan total belanja modal sebesar 224,5 juta dolar AS (Rp3,69 triliun) selama semester pertama tahun 2025. Angka tersebut merupakan hasil kombinasi dari belanja modal di triwulan pertama yang mencapai 128,1 juta dolar AS dan di triwulan kedua sebanyak 96,4 juta dolar AS.
Direktur dan Chief Financial Officer Vale Indonesia, Rizky Andhika Putra, menyampaikan bahwa belanja modal tersebut difokuskan untuk pemeliharaan fasilitas serta peningkatan efisiensi energi, juga mencakup proyek jangka panjang seperti pembangunan fasilitas pengolahan nikel di Bahodopi, Sulawesi Tengah, dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Investasi ini dianggap penting untuk memastikan kelangsungan produksi dan daya saing perusahaan di pasar global yang volatil.
Rizky juga mengungkapkan bahwa usaha untuk menghemat biaya energi tercermin dari penurunan konsumsi bahan bakar minyak bersulfur tinggi, diesel, dan batubara selama semester I 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Konsumsi HSFO tercatat 700.287 barel, turun dari 779.159 barel, sedangkan konsumsi diesel menurun dari 35.868 kiloliter menjadi 35.533 kiloliter. Sementara itu, konsumsi batubara justru meningkat dari 228.249 ton menjadi 245.309 ton.
Hingga akhir Juni 2025, Vale Indonesia berhasil mempertahankan posisi kas yang kuat sebesar 506,7 juta dolar AS, meskipun angka tersebut turun dari 596,4 juta dolar AS pada kuartal sebelumnya. Rizky menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga disiplin keuangan dan mengelola pengeluaran dengan bijak untuk mendukung stabilitas keuangan jangka panjang.