textilewiki.com – Pemanfaatan energi bersih menjadi fokus utama dalam pengembangan perumahan modern di Indonesia. Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, menegaskan pentingnya keberlanjutan dalam pembangunan kawasan permukiman. Menurutnya, pengembangan perumahan tidak hanya harus memperhatikan ketersediaan hunian, tetapi juga harus mencapai efisiensi energi dan ramah lingkungan.
Dalam keterangan resmi dari Jakarta, Fahri menyebut bahwa energi terbarukan merupakan solusi untuk menciptakan kawasan permukiman yang lebih green dan mandiri dalam hal energi. Dia memastikan komitmen Kementerian PKP dalam mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission pada tahun 2060, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak dan berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjelaskan bahwa pemerintah membuka peluang bagi penggunaan rumah modular yang berbasis net zero emissions dalam program pembangunan tiga juta rumah. AHY menyatakan bahwa kolaborasi antara Kementerian PKP dan pihak terkait, seperti PT Wijaya Karya Tbk, diperlukan untuk mengeksplorasi potensi rumah modular ini.
Rumah modular berbasis NZE diharapkan dapat menjadi solusi bagi tantangan iklim dan pemanasan global, serta membantu memenuhi backlog perumahan di Indonesia. AHY juga menekankan pentingnya dukungan untuk program perumahan ramah lingkungan guna mencapai target tersebut. Pengembangan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan perumahan di berbagai daerah, baik di kota maupun desa, sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan.