textilewiki.com – PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi beroperasi pada Senin, 22 Desember, setelah terpisah dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung pada 18 November. Dalam RUPSLB tersebut, BTN menyetujui pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) yang selama ini menjadi bagian dari BTN, untuk dialihkan ke PT BSN.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan, pemisahan ini adalah langkah akhir dari proses spin-off syariah yang telah direncanakan. Dengan pengalihan hak dan kewajiban UUS BTN ke BSN, bank hasil merger dengan Bank Victoria Syariah ini kini menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia setelah Bank Syariah Indonesia (BSI), dengan total aset mencapai Rp71 triliun.
Nixon menjelaskan bahwa pemisahan ini dilakukan dengan optimisme tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi syariah yang diharapkan akan meningkat. Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat posisi BTN dalam sektor perbankan nasional dan diharapkan memberikan manfaat bagi berbagai pihak, termasuk nasabah dan industri syariah.
BSN sebelumnya dikenal sebagai PT Bank Victoria Syariah, yang telah beroperasi sebagai bank syariah penuh sejak April 2010 dan memiliki struktur kepemilikan yang didominasi oleh PT Victoria Investama Tbk. Dalam pengelolaan yang baru, BSN diharapkan dapat menawarkan berbagai produk dan layanan yang inovatif dan terjangkau, serta menjalankan operasional yang sesuai dengan prinsip syariah.
Dengan kehadiran BSN, diharapkan dapat memperkuat konsolidasi industri perbankan syariah di Indonesia, bertujuan untuk mencapai transparansi dan keberlanjutan dalam layanan keuangan.