textilewiki.com – Lembaga keuangan swasta nonbank, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF), menilai potensi pengembangan infrastruktur sektor ekonomi biru di tangan pemerintah daerah melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Hal ini disampaikan oleh Irman Boyle, Kepala Advisory IIF, di Jakarta pada Kamis. Ia menambahkan bahwa skema tersebut membuka peluang bagi investor swasta, yang diharapkan dapat mengatasi keterbatasan anggaran daerah serta mempercepat realisasi proyek infrastruktur.
IIF sendiri telah terlibat dalam beberapa portofolio proyek ekonomi biru, termasuk pembangunan Pelabuhan Anggrek di Gorontalo. Dengan dukungan pembiayaan dan teknis, IIF berperan aktif dalam pengembangan infrastruktur maritim yang berkelanjutan dan meningkatkan konektivitas logistik laut, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir sambil tetap memperhatikan lingkungan.
Menurut IIF, inisiatif ini merefleksikan komitmen mereka dalam memperluas kontribusi terhadap ekonomi biru, sekaligus memastikan penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) di sektor maritim nasional. Dalam proyek tersebut, IIF berfungsi sebagai salah satu pemberi pinjaman, dengan harapan keberhasilan proyek dapat menjadi model bagi daerah lain.
Selain itu, IIF juga terlibat dalam konsultasi proyek ekonomi biru, termasuk pengembangan Ferry Terminal di Batam yang menghubungkan kota Batam dengan Singapura. Kegiatan ini bertujuan memaksimalkan sumber daya kelautan dan meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Direktur Eksekutif Indonesia Climate Change Trust Fund, Yahya Rachmana Hidayat, mendorong pemerintah daerah untuk mencari alternatif pembiayaan inovatif di sektor infrastruktur, mengingat kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting untuk memaksimalkan potensi maritim Indonesia sambil menjaga kelestarian ekosistem laut.