textilewiki.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan pada Jumat sore, ditutup melemah 67,03 poin atau 0,94 persen di level 7.097,06. Keadaan ini terpengaruh oleh keraguan investor terkait kemungkinan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Dalam laporan Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia, dijelaskan bahwa pergerakan indeks saham di kawasan Asia pada hari yang sama menunjukkan kecenderungan melemah. Ketidakpastian mengenai de-eskalasi konflik di Timur Tengah membuat pasar saham menjadi lebih volatile. Investor tampak skeptis terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai segera berakhirnya perang dengan Iran.
Kekhawatiran ini meningkat setelah Iran menolak proposal gencatan senjata dari AS, sekaligus mengumumkan proposal balasan. AS merespons dengan pengiriman lebih banyak pasukan ke kawasan tersebut. Konflik yang telah berlangsung selama empat pekan ini mengkhawatirkan banyak negara karena berpotensi memicu inflasi global dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, terutama dengan meningkatnya harga energi dan gangguan dalam perdagangan.
Sementara IHSG bertahan di zona negatif hingga penutupan sesi perdagangan, hanya dua dari sebelas sektor yang menunjukkan penguatan, yakni sektor energi dan kesehatan. Frequensi perdagangan tercatat sebanyak 1.393.686 transaksi dengan nilai total Rp11,77 triliun, di mana 274 saham mengalami kenaikan dan 379 saham mengalami penurunan.
Di pasar regional, bursa saham Asia menunjukkan hasil yang bervariasi. Indeks Nikkei melemah, sedangkan indeks Shanghai dan Hang Seng mencatatkan penguatan. Secara keseluruhan, keraguan terhadap perkembangan negosiasi AS dan Iran dapat berdampak lebih luas pada stabilitas ekonomi global.